Cerpen

Tentang Ibunda

DAN AKU MELIHAT WAJAH TUA DIHADAPANKU

Dan aku melihat wajah tua dihadapanku,

Keriput mulai memenuhi wajahnya, namun tak mampu menyembunyikan kilau kecantikan masa mudanya. Bahkan kata saudaranya, mama adalah sosok pujaan laki-laki di kampung yang mereka tinggali ketika masa muda.

Dan aku melihat wajah tua dihadapanku,

MEMOAR 03 Januari 2010--Selamat Tinggal Sahabatku..

MEMOAR 03 Januari 2010
Selamat Tinggal Sahabatku...

Raka (anak sudut masjid)

Ia masuk ke TPA ini, lusa yang lalu. Tak seperti yang lainnya, ia datang sendiri, tanpa orangtua yang ikut untuk mendaftarkannya. Aku yakin sebuah senyum sempat hinggap di bibirnya ketika ia kunyatakan resmi menjadi santri TPA binaanku ini. Sebelum ia menempat tempat di sudut selasar mesjid itu

//

Senyum Para Penghuni Surga

Sore ini semua berjalan wajar seperti biasa. Lukisan senja Yang Kuasa telah mulai tampak , semburat jingga telah ada di ujung cakrawala. Matahari telah meredupkan cahayanya di belahan bumi ini. Melanjutkan amanah di belahan lainnya, memancarkan cahaya indah Yang Maha Pencipta, pertanda bagi orang-orang yang berfikir atas kehadiratNya.

Dan Semua Berlalu Begitu Saja

Pernah merasa bahwa hal yang kita lakukan saat ini sangat mengurung, mengekang dan menghimpit kita dalam pesatnya gelombang waktu ?

tugas menumpuk,

presentasi menjelang,

amanah berebut meminta waktu,

perguliran ilmu diam, namun melaju dengan pesat,

kemudian kita terpaku disini,, apa yang harus ku perbuat. begitu sedikit waktu, tapi terlalu banyak hal yang harus dikerjakan.

Istriku Gila Buku

Aku sangat mencintai istriku, Mayang. Apalagi sejak ia memutuskan untuk menetap di Balikpapan, aku makin sayang dan mencintainya. Sebetulnya, hal ini tidak sejalan dengan apa yang telah kami sepakati di awal pernikahan kami. Sejak khitbah, kami sudah sama-sama sepakat dan ridho untuk menjalani LDL. Long Distance Love. Balikpapan-Jogja.

DÉSOLÉ

Kehidupan adalah sebuah tarian waktu yang tak kenal menunggu dan egois. Waktu tak akan pernah berkompromi dengan kita, namun kitalah yang harus berkompromi dengan waktu. Ia bergerak, berjalan, meloncat, bahkan berlari tanpa memperdulikan substansi di dalamnya. Siapakah substansi itu? Substansi itu adalah aku, kamu, dia, mereka, kalian dan kita semua…

Raihan

Seperti hari-hari sebelumnya, taman kampus itu telah memulai aktivitasnya lebih pagi dari ruang-ruang kelas di dalam gedung. Beberapa mahasiswa telah berkumpul, menggelar tikar, duduk dalam lingkaran kecil, untuk mengadakan rapat atau sekedar berdiskusi sejak matahari baru saja bangun dari peraduannya.

Uhibbuki FillAH (Mencintaimu karena Allah)

Akhirnya sampai juga di tempat ini, entah bagaimana bentuk hatiku sekarang, tak ada satu katapun yang sanggup menggambarkannya. Aku duduk bersimpuh dengan orang-orang lainnya, beberapa langkah di depanku, tertata beberapa meja yang dibalut kain putih dan dirangkai indah. Meja yang di tengah kosong dan hanya ada beberapa lembar kertas yang sudah kutahu isinya.

Pria yang Menikmati Sepi

Aku menggerakkan tangan. Agak sedikit aneh memang. Kaku. Tak seperti tanganku yang dulu begitu lentur dan fleksibel. Tak perlu perawatan yang njlimet, perlu ini dan itu. Kuoleskan pelumas ke sendi-sendi tangan. Tak terasa apa-apa memang. Dokter Fuardhi hanya mengatakan perlu untuk menjaga mesin ini supaya tak lekas berkarat dan rusak.

majalah tinta

User login