Jangan tertipu lewat ATM!
Kegaduhan pagi hari…
“Halo, saya Anton Wijaya, Staf Marketing dari PT Excelcomindo di Jakarta. Saya menghubungi Saudara sehubungan dengan Program Sejuta Pelanggan XL. Tadi malam anda menonton ANTV jam 8 malam? Acara yang hostnya Eko Patrio? Nomor anda 1 diantara 10 nomor XL yang memenangkan program ini. Kami mengundi orang-orang dari 22 propinsi.”
Saya yang baru selesai mandi masih agak terperangah. Ada apa ini?
“Tadi malam Anda menonton acara televisi jam 8? Yang hostnya Eko Patrio.” Tanyanya lagi.
“Ah, maaf pak… Saya kebetulan tidak nonton tv tadi malam. Maksudnya apa ya?” saya masih mengira ini semacam survey atau gimana. Saya pernah mendapat survey dari kompas soalnya.
“Iya pak begini, benar ini nomor telepon 08170746xxx?” Pak anton masih bicara
“Iya pak.” Jawabku (polos)
“nomor telepon anda merupakan nomor ketiga dari 10 nomor yang kami undi untuk memenangkan 10 juta rupiah dan bonus pulsa 500.000. Sama pak siapa saya bicara?” Pak Anton mencoba meyakinkan.
“Sama Muhammad Ilham. Ah, masa sih pak. Saya masih belum percaya.” Jawabku (polos)
“Masya Allah, bilang alhamdulillah donk… bersyukur gitu.. Buat apa saya nelpon anda pagi-pagi gini.” Pak Anton kembali mencoba meyakinkan.
“Saya masih belum percaya. Pengumumannya ada di internet gak pak? Biar bisa saya cek.” Saya menjawab dengan polosnya.
“Iya ada, nanti kita ada siaran ulang pengundian jam 11 siang. Di ANTV ya pak… Ini sekarang saya kirim pulsa 500.000nya. Bentar ya pak.” Pak Anton semakin meyakinkan.
SMS pulsa terisi palsu
Tiba-tiba ada sms masuk ke hapeku.
“Uda sampe pulsanya pak?” Pak Anton lagi-lagi bertanya.
“Bentar saya buka. SMSnya. “ jawabku (polos)
“Oh iya ada. Ini ada sms pemberitahuan pulsa masuk.” Jawabku. Isi sms masuk benar2 mirip seperti layaknya kita mengisi pulsa.
“Ok pak…. Begini. Semua percakapan kita sudah di rekam di server XL, jadi jangan di tutup teleponnya. Sekarang kami ingin tahu nomor rekening bapak. Karena kami ingin mentransfer uang 10 jutanya ke bapak. Boleh tau nomor rekening bapak?” Pak anton menanya lagi.
Dia melakukan hal ini supaya kita tidak bisa mengecek pulsa dari *123#. Makanya dia terus minta telepon kita tidak dimatikan.
Kusebutkan rekening bank riba mandiri yang selama ini gak pernah di isi. Saldo cuma 40 ribu. Dipake biasanya untuk bayar spp.
“Ok pak.. kira-kira atm terdekat jaraknya berapa dari tempat anda sekarang. Teleponnya jangan di tutup karena kami merekam semua pembicaraan. Mulai sekarang bapak jangan lagi banyak bicara. Segera ke ATM untuk mengecek saldo anda.” Pak Anton mencoba membimbing (menipu).
“ sekitar 10 menitlah pak. Kenapa gak di kirim aja pak. Nanti saya cek sendiri.” Jawabku (polos)
“ ya, prosedurnya sudah begitu pak. Nanti ketika sudah sampai di atm dan ngecek saldonya teriakkan ‘Halo…Halo…Halo’ , supaya pemirsa di seluruh televisi bisa mendengar Anda.” Pak Anton menginstruksikan aku.
Kebetulan, di sampingku ada mas Prima.
“Mas, aku menang 10 juta. Di suruh kasi no rekening. Dari exelcomindo katanya.” Hape aku tutupi supaya suaranya gak kedengaran.
“Yang benar. Trus di suruh ngapain? “ mas prima balik bertanya.
“Di suruh ngecek ke ATM.” Kataku.
“ Yakin gak penipuan? Ya uda pergi sana.” Mas prima balik bertanya.
“bisa jadi sih mas. Tapi ATMku itu gak ada isinya kok. Nothing to lose (padahal aku kehilangn waktu).” Jawabku.
“ya uda, kalo gitu ikutin aja. Sekalian tau modusnya.”Kata Mas Prima.
“temenin Mas.” Pintaku (polos). Mas prima mau tidak mau menemai adek kontrakannya ini.
“Kamu yakin itu bukan penipuan ham?” Di motor Mas prima mencoba mengatakan lagi.
“Iya sih mas.. apa kita ke kantor polisi aja? Yang di perempatan MM itu (kantor polisi yang aku gak tau tugasnya ngapain).” Jawabku.
“ye, masa ke kantor polisi. Masi kayak gini (menunjuk sarung yang masih dikenakannya). Tapi terserah kamu aja deh..” Jawab mas prima
“Hm.. y udah deh mas ke atm aja. Bank bri disitu.”Kutunjuk jalan monjali.
Kejadian di kantor ATM
Di atm dia benar-benar mencoba membuat Anda bingung. Seolah-olah anda tidak pernah menggunakan ATM sebelumnya. Dia memandu dari awal lalu bilang menu ini menu itu. Padahal memang gak adamenu itu . Akhirnya dia minta aku cek saldo dan minta aku nyebutin saldoku.
Dari sini aku yakin.. buat apa transfer tapi harus tau saldo si penerima? Ini penipuan.
“Trus, ada menu pembayaran atau transfer gak pak? “ kata Pak Anton.
“Oh iya mas.. ada ni uda di pencet. “ kataku sambil senyum-senyum
Dari luar box mas prima bilang “ ham, atmnya ada yang antri. Kasian.”
“Oh iya.. ini nomor pemenang bapak. Silahkan dimasukkan saja.” Kata Pak Anton. Lalu dia mendikte nomornya. Aku yakin itu nomor rekening.
Belum selesai dia mendikte, aku memotong.
“Oh, jadi gini cara bapak nipu orang? Supaya orangnya transfer ke bapak?” potongku sambil senyum-senyum.
“ Ya iyalah.. orang goblok ya ketipu. Hahaha..” Pak Anton itu ketawa.
“Uda dapat berapa puluh juta pak dari usaha kayak gini?” tanyaku
“ Wah uda banyak lah. Gak ke itung jumlahnya.” Pak Anton merasa menang.
“Jaringan pembobol ATM bapak juga?” tanyaku.
“ Ya itu anggota kami juga. Tapi uda ketangkap 5 orang di Malaysia.” Jawabnya tenang.
“ Oh gitu, bapak kapan ketangkap? Saya laporin polisi ya ini?” jawabku
“terserahlah. Mau laporin polisi, SBY pun saya gak takut hahaha… Beking saya kuat” Pak anton kembali ketawa..
Polisi apa uda gak ada menakutkannya kali ya dimata mereka? Atau cuma asal ngomong.
“Dari logat bapak, Bapak ini orang Sumatera atau Sulawesi Pak? “ tanyaku
“ Dari Sulawesi saya. Sekarang juga tinggal di Sulawesi.” Jawabnya.
“Trus tau nomor saya dari mana?” Tanyaku. Aku mengira dia dapat nomorku dari mana gitu…
“ Ya diacaklah.. kami kan punya mesinnya. Goblok banget sih…” jawabnya
“Ya udah deh pak… Nanti kapan2 kita silaturahim lagi.” Jawabku
“Ok…”
Tut… tut.. telepon di tutup.
Aku pun melaporkan ini ke polisi. Dan di kantor polisi itu, ada orang yang melapor bahwa dia ditipu lewat ATM…
Apakah ada hipnotis?
Hm.. dari modus penipu yang meneleponku tidak ada (atau mungkin dia coba menghipnotisku tapi tidak berhasil). Tapi dia memang memainkan sisi psikologis manusia dan logika-logika yang ada.
Pertama: euforia anda memenangkan 10 juta. Haha.. bagaimana anda ketika dikatakan menang 10 juta tanpa apa-apa? Kalo saya langsung memikirkan untuk apa uang segitu banyak.
Kedua: Ketika anda di telepon, anda tidak bisa mengecek pulsa masuk. Dan survey yang mengatakan kecerdasan berkurang karena SMS dan menelepon bisa jadi ada benarnya dalam kasus ini. Kalaupun tidak kecerdasan, minimal fokus Anda.
Ketiga: Dia mengatakan ini prosedurnya. Jadi saya harus mengikuti. Juga menghadirkan nama presenter yang ngetop dan juga siaran tivi yang meyakinkan (atau yang jarang ditonton?).
Keempat: Gaya bicaranya yang meyakinkan. Bahkan membawa-bawa nama tuhan.
Kelima: ,membuat anda bingung di ATM.. sehingga tanpa sengaja akan mengirim( transfer) uang ke rekeningnya.
Jadi waspadalah.. waspadalah. Saya hanya kasihan untuk orang-orang yang tidak terlalu mengerti teknologi. Akan sangat mudah tergiring untuk mentransfer ke rekening mereka.
Saya sarankan, bagi korban yang terkena. Segera lapor ke polisi dan langsung ke bank. Kalau perlu bawa polisinya dan minta surat keterangan ke polisi. Hal pertama yang harus dilakukan bank adalah memblokir (menonaktifkan) rekening yang menjadi tempat transfer.
Tapi sekali lagi saran saya tidak akan mudah karena sulitnya birokrasi di polisi dan Bank itu sendiri. Hah… berdoa saja. Yakin itu adalah ketetapan Allah SWT, semoga jadi amal baik anda di akhirat…
- Komentar
- 101 reads
